Prosedur Pelaksanaan AMDAL dan UTS AMDAL

Prosedur pelaksanaan AMDAL berdasarkan PP 51 tahun 1993, didahului oleh Penapisan (screening) apakah proyek akan memerlukan AMDAL atau tidak. AMDAL terdiri atas beberapa langkah, yaitu:
1. Identifikasi dampak penting (penapisan) dan pelingkupan
1.1.Penapisan
Penapisan bertujuan untuk memilih rencana pembangunan mana yang harus dilengkapi dengan AMDAL. Dalam pasal 16 UU No.4 tahun 1982 hanya rencana proyek yang diprakirakan akan mempunyai dampak penting saja yang diwajibkan untuk dilengkapi dengan AMDAL
1.2. Pelingkupan
Pelingkupan (scoping) ialah penentuan ruang studi ANDAL, yaitu bagian dari AMDAL yang terdiri dari ientifikasi, prakiraan dan evaluasi dampak. Untuk dapat melakukan pelingkupan haruslah dilakukan identifikasi dampak. Pada tahap pertama diusahakan untuk mengidentifikasi dampak selengkapnya. Dari semua dampak yang teridentifikasi kemudian ditetukan dampak mana yang penting. Dampak yang penting inilah yang kemudian dimasukan dalam ruang lingkup studi ANDAL, sedangkan dampak yang tidak penting tidak dimasukan.
2. Penyusunan Kerangka Acuan (KA) berdasarkan pelingkupan
Kerangka Acuan (KA) ialah uraian tugas yang harus dilaksanakan dalam stusdi ANDAL. Kerangka Acuan didasarkan dari pelingkupan sehingga KA mamuat tugas-tugas yang relevan dengan dampak penting. Dengan KA yang demikian maka studi ANDAL menjadi terfokus pada dampak penting.
3. ANDAL:
3.1.Prakiraan besarnya dampak yang teridentifikasi dalam Pelingkupan dan tertera dalam KA.
Besarnya dampak haruslah diprakirakan dengan menggunakan metode yang sesuai dalam bidang yang bersangkutan. Misalnya prakiraan besarnya penduduk yang terkena proyek haruslah menggunakan metode dalam demografi.
3.2 Evaluasi dampak
Besar dan pentingnya dampak mempunyai konsep yang berbeda. Nilai besar dampak menunjukan besarnya perubahan yang terjadi karena kegiatan yang dipelajari. Sedangkan nilai penting dampak menunjukan nilai yang kita berikan pada dampak tersebut. Umunya nilai penting dampak bersifat kualitatif. Makin besar dampak maka makin penting pula dampak tersebut, tetapi dapat juga tidak ada hubungan antara keduanya.
4. Perencanaan dan pemantauan lingkungan
4.1. Penyusunan rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
Didalam Rencana pengelolaan lingkungan menguraikan prinsip dan persyaratan tindakan yang harus diambil dalam penanganan dampak. Selain itu sebagai masukan kepada kepada konsultan rekayasa tentang suatu rencana proyek/pembangunan.
4.2. Penyusunan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
Pemantauan diperlukan sebagai sarana untuk memeriksa apakah persyaratan lingkungan dipatuhi dalam pelaksanaan proyek. Informasi yang didapat dari pemantauan juga berguna sebagai peringatan dini, baik dalam arti positif maupun negative, tetang perubahan lingkungan yang mendekati ayau melampaui nilai ambang batas serta tindakan apa yang perlu diambil. Juga ubtuk mengetahui apakah prakiraan yang dibuat dalan ANDAL sesuai dengan dampak yang terjadi. Karena itu pemantauan sering disebut post-audit dan berguna sebagai masukan untuk memperbaiki ANDAL dikemudian hari dan untuk memperbaiki kebijaksanaan lingkungan.
Metode pengelolaan dan pemantauan lingkungan juga harus menggunakan metode yang sesuai dengan bidang yang bersangkutan.
5. Penyusunan Laporan AMDAL
Pada umunya laopran terdiri dari tiga bagian, yaitu:
5.1. Ringkasan Eksekutif (executive summary)
Merupakan laporan yang singkat dan berisi pokok permasalahan yang diperuntukkan kepada para pengambil keputusan, cara pemecahan dan rekomendasi tindakan yang harus diambil dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, juga perlu table atau grafik ringkasan. Panjang laporan sekitar 10 halaman dan tidak sampai 20 halaman.
5.2. Laporan Utama (main report)
Diperuntukkan bagi para pelaksana proyek dan terknisi yang memerlukan keterangan rinci. Laopran harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bahasa yang mudah dimengerti oleh para pakar yang berbeda-beda.
5.3. Lampiran-Lampiran (appendix)
Berisi lampiran-lampiran penyusunan terdahulu pada tahap-tahap penyusunan AMDAL.

UTS AMDAL kali ini cukup unik, hehe ^_^

Soalnya kita disuruh bikin tabelaris UU, Kepres, Kepmen, dkk tentang AMDAL

Tapi gag papa , Insyaallah berguna

REVISI UTS AMDAL

Categories: Teknik Sipil | Tinggalkan komentar

Navigasi tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: